WILUJENG SUMPING di PMR A_One SMPN 1 ARJAWINANGUN-CIREBON

SEBUAH PERSEMBAHAN DARI ANAK BANGSA UNTUK NEGERI ,PALANG MERAH REMAJA ( PMR ) adalah organisasi yang netral dan independent, yang Melakukan kegiatannya demi kemanusiaan, kesukarelaan, kenetralan, kesamaan, kemandirian, kesatuan, dan kesemestaan

Menu

Selasa, 29 Mei 2012

MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA


 

Definisi Bencana
Bencana terdiri dari 2 (dua) komponen, yaitu : Bencana = Kerawanan dan Kerentanan
Gangguan serius pada kelompok masyarakat yang menyebabkan kehilangan manusia, materi ataupun lingkungan, dengan kondisi dimana masyarakat tersebut sudah tidak dapat mengatasi situasi sehingga membutuhkan bantuan dari pihak luar.

Klasifikasi Bencana
Penyebab : Alam atau manusia
Alam Manusia
Banjir
Tsunami
Kekeringan
Angin siklon
Gempa bumi
Tanah longsor
Gunung meletus
Hama
Epidemi
Kelaparan
Perang
Perpindahan populasi
Kecelakan teknis
Polusi lingkungan
Kelaparan artifisial (akibat dari perang, militer, dll)
Pemberontakan
Kebakaran hutan
Kecelakaan transportasi (air, udara, darat)

Tipe Bencana
1. Tiba–tiba
Tidak ada peringatan awal, sehingga tidak ada persiapan. Contoh : gempa bumi, tsunami.
2. Bertahap
Bencana muncul secara perlahan–lahan. Tahap pertama hanya sebuah situasi, tahap kedua sudah
langsung masuk ke darurat. Contoh : kekeringan, perang sipil, dan epidemis.

Definisi Darurat
Situasi yang mungkin muncul karena sebuah peristiwa atau fenomena yang membutuhkan tindakan yang cepat.

Definisi Kerawanan
Kerawanan adalah peristiwa yang luar biasa yang memiliki potensi untuk mengancam kehidupan manusia, baik dirinya, harta benda, kehidupannya maupun lingkungannya.
Contoh : Tanah longsor, tsunami, banjir, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran dan lain–lain.

Definisi Kerentanan
Kerentanan adalah sebuah kondisi yang mengurangi kemampuan manusia untuk menyiapkan diri, atau menghadapi kerawanan ataupun bencana.
* Jenis Kerentanan
Tangible/Material (terlihat dan mudah dideterminasi)
1) Manusia – nyawa, kesehatan, keamanan, kondisi kehidupan
2) Harta benda – pelayanan, kehilangan fisik, kehilangan fungsi
3) Ekonomi – kehilangan produksi dan pendapatan
4) Lingkungan – air, tanah, udara, tanaman, dan ternak


Intangible/abstrak (sulit terlihat dan dinilai)
1) Struktur sosial – hubungan keluarga dan masyarakat
2) Praktek budaya – agama dan pertanian rakyat
3) Gangguan kehidupan normal
4) Motivasi – keinginan untuk melakukan perbaikan dan bekerja. Respons pemerintah

* Tipe Kerentanan
Kerentanan fisik
Berhubungan dengan lingkungan manusia, seperti bangunan dan infrastruktur dan lingkungan alam seperti pertanian, kehutanan, dan kelautan.

Kerentanan sosial
Ada lima isu utama yang termasuk dalam kerentanan sosial, yaitu :
Kategori khusus untuk kelompok tertentu
1) Kategori khusus dalam golongan rentan
2) Kehidupan beresiko
3) Kepadatan populasi
4) Resiko persepsi (?)
5) Ketidakhadiran institusi lokal

Kerentanan organisasional/kelembagaan
Kerentanan organisasional adalah seperti berikut :
1) Keberadaan organisasi yang memberikan bantuan pada saat sebelum dan saat bencana terjadi,
    seperti SATKORLAK, SATLAK dan PEMDA.
2) Kebijakan dan hukum dari organisasi yang berkaitan dengan tanggap darurat
3) Hubungan dan koordinasi antar organisasi saat seblum, saat, dan sesudah bencana

Kerentanan ekonomi
Ada dua kategori kerentanan ekonomi, yaitu :
1) Potensi kehilangan langsung
2) Potensi kehilangan tidak langsung

Kerentanan motivasional
Mengarah pada persepsi individu akan sebuah resiko/ bencana dan kemampuan untuk mengurangi dampak bencana Faktor – faktor kontribusi
 1) Kemiskinan
 2) Pertumbuhan populasi
 3) Urbanisasi besar – besaran
 4) Transisi budaya
 5) Degradasi lingkungan
 6) Kurangnya informasi dan kepedulian
 7) Kemarahan sipil dan tidak tenang
 8) Geografis yang terpencil
 9) Akibat bencana yang sangat besar
10) Ketidakstabilan politik

Resiko
Kemungkinan akan munculnya kehilangan, sebagai akibat dari kerawanan dan kerentanan yang Buruk Kerawanan, kerentanan, resiko, dan ancaman
Contoh penggunaan dari masing – masing kata :
1) GUNUNG BERAPI adalah kerawanan
2) Ada ancaman akan terjadinya LETUSAN GUNUNG BERAPI
3) Desa ini sangat RENTAN, karena sangat dekat dengan kerawanan gunung berapi, dan oleh
    karena itu, desa ini juga memiliki RESIKO yang tinggi akan bencana.
4) Ada ANCAMAN apabila gunung tersebut meletus dan menghancurkan desa ini.


Manajemen Bencana
Manajemen PB adalah keseluruhan aspek dari mulai perencanaan hingga tanggap darurat dalam bencana. Dan manajemen disini adalah manajemen juga yang berhubungan dengan resiko dan dampak bencana, serta aktifitas yang dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana. Siklus MB dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu pencegahan/mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan rehabilitasi.

Kesiapsiagaan Bencana
Penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan dan kemampuan masyarakat untuk :
1) Meramalkan dan mengambil tindakan pencegahan dalam usaha untuk menghadapi ancaman
2) Merespon dan beradaptasi dengan akibat bencana dengan mengorganisir dan melakukan
    tindakan pemberian bantuan yang tepat waktu dan efektif, serta tindakan pasca bencana
    lainnya yang layak.

Tanggap Darurat Bencana
Tindakan yang dilakukan secara cepat sebelum, saat dan sesaat setelah bencana menimpa dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa manusia, mengurangi kehilangan dampak ekonomi dan meringankan penderitaan.

Mitigasi
Penilaian yang dilakukan untuk mengurangi kehilangan nyawa, lingkungan, dan harta
benda, baik dengan cara mengurangi kerawanan, atau dengan memodifikasi kerawanan dengan cara – cara yang memungkinkan.

Pencegahan (Prevensi)
Penilaian yang dilakukan untuk menghindarkan bencana, atau menghindarkan dari situasi darurat yang mungkin terjadi lagi.

Rehabilitasi
Tindakan yang dilakukan setelah bencana, untuk menyediakan pelayanan dasar untuk memantau fungsi, memperbaiki kerusakan fisik, dan fasilitas masyarakat, untuk mengembalikan kegiatan dan mendukung psikologis dan keberadaan sosial masyarakat.

Rehabilitasi
Proses yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi seperti semula.

Pembangunan (Development)
Pembangunan yang kumulatif dan tahan lama yang bertujuan untuk menunjang dan meningkatkan kualitas masyarakat, tanpa kompromi dengan generasi yang akan datang. Hal ini berkaitan erat dengan empat tahapan dalam siklus MB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar