WILUJENG SUMPING di PMR A_One SMPN 1 ARJAWINANGUN-CIREBON

SEBUAH PERSEMBAHAN DARI ANAK BANGSA UNTUK NEGERI ,PALANG MERAH REMAJA ( PMR ) adalah organisasi yang netral dan independent, yang Melakukan kegiatannya demi kemanusiaan, kesukarelaan, kenetralan, kesamaan, kemandirian, kesatuan, dan kesemestaan

Menu

Selasa, 29 Mei 2012

MATERI LDK 1


ORGANISASI


Dalam kehidupan sehari hari, tolong menolong atau bantu membantu adalah merupakan suatu manifestasi dari pergaulan hidup yang wajar untuk mencapai suatu kehendak ataupun tujuan yang dihajatkan oleh manusia itu, masalah yang mendetail dalam tolong menolong itu didasari oleh suatu ide atau cita-cita yang sama, maka dapat disimpulkan bahwa organisasi itu ialah suatu perkumpulan dimana setiap warga didalamnya mempunyai kepentingan atau pandangan hidup yang sama kemudian menyatukan diri dari suatu wadah.
Persoalan yang menyangkut kepentingan mereka bersama dibicarakan bersama sama dalam suatu rapat, kata sepakat diperoleh dengan jalan pemungutan suara.
Suatu perkumpulan dapat berjalan dengan lancar apabila ada keserasian, ada pengertian dan menyadari fungsi masing-masing, baik sebagai anggota atau pengurus.

A. PENGERTIAN ORGANISASI
Hampir setiap ahli keorganisasian membeikan definisinya sendiri-sendiri. Dari definisi-definisi tersebut dapat kita peroleh beberapa kesimpulan antara lain:
v  Organisasi adalah sekelompok orang yang bersatu bekerja untuk suatu tujuan barsama, dibawah kepemimpinan bersama dan dengan alat yang tepat.
v  Organisasi adalah orang-orang  yang bekerja sama dan dengan demikian ini mengandung ciri-ciri dari hubungan manusia yang timbul dalam kegiatan kelompok.
v  Organisasi adalah satuan orang-orang yang tersusun secara sistematis untuk mencapai maksud khusus yang mana dalam masing-masing  orang mempunyai suatu peranan yang ditetapkan secara resmi.
v  Organisasi ialah wadah dan proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Dalam membentuk organisasi maka unsur-unsur keorganisasian harus diperhatikan. Adapun unsur-unsur dari organisasi itu adalah :
Þ    Sekelompok orang
Þ    Kerjasama
Þ    Tujuan tertentu

Istilah organisasi dapat dibedakan dalam tiga arti:
1. Organisasi dalam arti badan
Adalah dapat dirumuskan sebagai kelompok manusia yang barkeinginan mencapai      tujuan tertentu dimana diantara mereka ada bagian tugas masing-masing .
2. Organisasi dalam arti kegiatan
Adalah perbuatan untuk membedakan atau mengadakan departemen/ bagian serta hubungan satu departemen dengan departemen lainnya.
3. Organisasi dalam arti struktur atau susunan herarchie kepengurusan
disebut juga skema organisasi atau gambaran skematis tentang bagian-bagian, seksi-seksi, dengan penjelasan tentang segala tugas tiap-tiap seksi, dan hubungan masing-masing bagian atau seksi yang satu dengan yang lain.

Organisasi dalam arti yang ketig.a ini dimaksudkan sebagai struktur, misalnya: susunan yang terdiri dari satuan organisasi beserta pengaturan kekuasaan, tugas dan hubungan satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam mencapai tujuan tertentu.

B. TYPE-TYPE ORGANISASI ANTARA LAIN ADALAH:
Þ    Organisasi gan’s
Þ    Organisasi fungsional
Þ    Organisasi gan’s dan staf
Þ    Organisasi panitia


C. MASALAH ORGANISASI
Dalam membahas organisasi secara keseluruhan terdapat tiga masalah yang sangat penting yaitu:
1.      Masalah teorinya
2.      Masalah kegiatannya
3.      Masalah problematikanya
Dalam masalah ini yang terutama adalah segi yang ketiga yaitu masalah problematikanya.       

D. IDENTITAS DAN TUJUAN SUATU ORGANISASI
Meskipun dikatakan bahwa struktur dan fungsi suatu organisasi mengikuti suatu pola umum seperti yang digambarkan oleh teori management ternyata sangat ditentukan pula oleh sifat, cara, pedoman dan lain-lain dari organisasi yang bersangkutan. Tiap-tiap organisasi mempunyai “Ciri” masing-maisng yang berbeda.
Suatu organisasi ketentaraan mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan organisasi sosial atau organisasi pendidikan suatu organisasi pendidikan berlainan satu dengan lainnya menurut jenjang kedewasaan siswanya umpamanya organisasi anak sekolah dasar, organisasi mahasiswa diperguruan tinggi.
Apakah yang menentukan perbedaannya ? dalam teorinya dikatakan bahwa  yang menentukan perbedaan tersebut ialah karena banyak hal tetapi salah satu hak yang menyolok adalah sifat produknya atau hasilnya.
Hasil suatu organisasi lembaga perguruan tinggi adalah sarjana dengan ketentuan-ketentuan seperti harus cakap secara akademis harus kreatif, harus berorientasi kepada masyarakat dll.
Perbedaan hasil atau produk atau output inilah merupakan salah satu hal yang membedakan “CIRI” organisasi tersebut.

E. KOMUNIKASI
dalam organisasi hubungan antara satu pengurus organissi dengan yang lain, antara pengurus dan anggota sangat menentukan lancar tidaknya perjalanan organisasi. Dalam hal ini komunikasi adalah sarana yang sangat menentukan harmonisnya hubungan antar mereka.
Pada dasarnya dalam melakukan komunikasi ada tiga cara yang dapat dilakukan yaitu tertulis, lisan, dan dengan gambar.
Salah satu syarat utama agar komunikasi berjalan dengan baik harus dilandasi dengan cara saling pengertian antara pemberi dan penerima komunikasi tersebut. Disamping itu beberapa syarat yang harus diperhatikan antaranya :
Þ    Bahasa, dalam berkomunikasi hendaknya bahasa yang dipakai Bijaksana, jelas, singkat, mudah dipahami, enak didengar (tidak menyinggung).
Þ    Situasi dan kondisi disaat kita melaksanakan komunikasi
Þ    Dengan siapa berkomunikasi
Þ    Waktu yang tepat dalam berkomunikasi.
Þ    Disamping dengan ketiga bahasa komunikasi (tulisan, lisan dan gambar) komunikasi juga dapat dilaksanakan dengan kode-kode tertentu dengan syarat kode-kode tersebut dipahami oleh kedua belah pihak yang sedang berkomunikasi.

F. TUGAS DAN KEWAJIBAN ANGGOTA ORGANISASI
Kekuasaan dan tugas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dimana disitu ada tugas, maka secara langsung kekuasaan muncul bersamaan dengan pelaksanaan tugas tersebut. Tugas dan kekuasaan dala suatu organisasi harus berdampingan. Agar tercapai maksud yang dituju tiap-tiap rencana organisasi. Maka tugas para anggota harus ditentukan secara jelas. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya tugas tanpa adanya tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas yang telah ditentukan.
Begitu juga dimana ada hak disitu ada kewajiban, kekuasaan dapat dimisalkan sebagaimana wewenang. Sedangkan kewajiban disamakan dengan tanggung jawab, tiap-tiap anggota suatu organisasi mempunyai tugas-tugas yang harus dijalankan. Tetapi kadang-kadang anggota organisasi itu tidak mengetahui dan mengerti akan tugas-tugas kewajibannya. Hal ini akan merugikan organisasi dan menghambat serta memperlambat kelancaran jalannya organisasi tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Tugas dan kewajiban tiap anggota suatu organisasi terbagi menjadi 2 yaitu :
1.      Tugas dan kewajiban yang telah ditetapkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organissi itu serta peraturan-peraturan keputusan yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut.
2.      Tugas dan kewajiban yang berdasarkan pangkat atau jabatan atau jenjang hirarci kewenangan dalam organisasi tersebut .

G. DEPARTEMENTASI
Suatu organisasi memiliki segudang permasalahan  dan pekerjaan yang harus diselesaikan.  Dalam hal ini perlu adanya pembagian tugas dalam penanggaan setiap macam pekerjaan sehingga dalam pelaksanaan tugas-tugas organisasi tidak terjadi percampuran yang tak karuan. pembagian tugas yang demkian disebut departemensi/ pembagian departemen.
Departemensi sangat penting dalam suatu organisasi sebab departemensi yang di laksanakan dengan pertimbangan yang masuk dapat menghasilkan efisiensi dan efektivitas kerja sebuah organisasi.
Seorang pemimpin yang cakap akan pandai dan mampu mendelegasikan wewenang kepada bawahannya pendelegasian wewenang adalah wujudnya departemensi dalam suatu organisasi
Dalam organisasi perusahaan departemensi didasarkan kepada beberapa hal diantaranya proses produksi, jenis produksi, lokasi, fungsi, jenis pembeli, waktu berproduksi dan jumlah personil.
Sedangkan departemensi dalam organisasi kemasyarakatan, didasarkan atas perkembangan masalah yang dihadapi oleh organisasi tersebut.

H. DIRECTING
Dalam organisasi directing sangat diperlukan, tanpa dilaksanakan fungsi directing, maka semua instruksi hanya akan tinggal diatas kertas. Perintah instruksi yang baik dan efektif adalah yang dilandasi dengan komunikasi yang baik dan dengan kedisiplinan pihak atasan. Tidak ada kepastian mana yang terbaik antara instruksi tertulis dan instruksi lisan. Namun meskipun demikian keduanya  harus diberi kekuatan yang sama. Walaupun tidak setiap perintah harus dilandasi partisipasi, namun bila itu memungkinkan akan sangat melancarkan tugas-tugas yang dibebankan kepada bawahan.

I. KOORDINASI
Koordinasi bertujuan agar doubel pekerjaan dan kesimpangsiuran antara seorang pihak dengan orang/ pihak lain dapat dihindari. Tanpa koordinasi antar bagian yang baik, suatu organisasi akan mengalami keruwetan dalam melaksanaan tugas untuk mencapai tujuan. Dalam pelaksanaan koordinasi yang baik, perlu adanya komunikasi dan kedisiplinan yang baik pula dan untuk menunjang kearah tersebut, maka dalam perencanaan dan penyusunan aturan kerja unsur koordinasi harus dimasukkan kedalamnya.

J. TINGKATAN ORGANISASI MENURUT TERITORIAL ( Daerah kerjanya )
organisasi ini dapat dibedakan dalam empat tingkatan, ditinjau dari daerah kerjanya, yaitu :
1.      Organisasi tingkat internasional : seperti : PBB, OPEC, ASEAN dll
2.      Organisasi tingkat nasional : seperti NU, Muhammadiyah, PKS, Golkar, PPM, FKPPI dll
3.      Organisasi tingkat daerah seperti : PERSIB, AMS,  dll
4.      Organisasi setempat, seperti : organisasi sekolah, arisan, karang tarunan pengajian dll.

Ditinjau dari tujuan organisasi dapatlah dibedakan empat macam yaitu :
1.      Organisasi bertujuan sosial; seperti Panti Yatim & jompo dll.
2.      Organisasi bertujuan ekonomi, seperti koperasi usaha dagang, usaha kaum ibu dll
3.      Organisasi bertujuan politik, seperti PPP, GOLKAR, PDI dll.
4.      Organisasi bertujuan pendidikan & kebudayaan seperti OPPM, PIL, OSIS, HMI dll



K. ORGANISASI SEKOLAH
Organisasi sekolah yang disebut juga Organisasi Siswa Intra Sekolah adalah organisasi yang dibentuk oleh para pelajar sebagai siswa dari sekolah tersebut, dimana kegiatan organisasi berlangsung terutama diluar jam-jam sekolah dan dalam lingkungan sekolah itu sendiri.
Pada umumnya suatu organisasi yang ada di sekolah menitikberatkan tujuannya terhadap disiplin dalam pendidikan, bukan semata-mata pengajaran didalam organisasi siswa intra sekolah dengan tidak membedakan pandangan agama, bangsa,, keturunan, kaya atau miskin semua menjadi anggota organisasi. Mereka mempunyai kedudukan yang sama. Mempunyai hak yang sama selaku siswa dan selaku anggota dari organisasi sekolah tersebut.
Disamping hal-hal yang dipunyai oleh anggota, maka anggota para organisasi sekolah itu terikat pula dengan kewajiban-kewajiban sebagai anggota organisasi itu. Dan setiap anggota wajib menjaga nama baik organisasi iitu. Wajib menghadiri perkumpulan yang diadakan oleh organisasi-organisasi itu wajib membantu kelancaran kerja dll.

L. ORGANISASI LUAR SEKOLAH
Organisasi luar sekolah disebut juga organissi exstra sekolah yaitu organisasi yang dibentuk oleh beberapa pelajar / pemuda yang sifatnya mempunyai kepentingan pribadi sendiri seperti sepak bola bagi yang gemar main sepak bola saja, juga pramuka, PMR, PASUS, karate, renang, Seni Qosidah dll.
Keuntungan masuk sebagai anggota organisasi exstra ini adalah mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman yang tidak dapat dijumpai dibangku sekolah, disamping itu secara tidak langsung memperluas pergaulan dan dengan pergaulan itu akan mengetahui apa yang belum diketahui.

M. ORGANISASI KELAS
Kelas sebagai tempat belajar bersama-sama adalah juga merupakan sebuah organisasi, yaitu organisasi anak-anak dalam kelas itu yang sama-sama mempunyai kepentingan bersama, kehendak bersama, cita-cita bersama yaitu menuntut ilmu pengetahuan dengan cara yang tertentu dan tertib.
Suatu kelas yang teratur dan tertib menunjukan adanya organisasi kelas yang baik. Kalau organisasi itu baik. Maka keadaan/ suasana kelasnya pun baik dan akhirnya tujuan daripada organisasi kelas itu dapat tercapai dengan mudah dan baik.
Ketua kelas selaku pimpinan dalam organisasi kelas itu haruslah berusaha agar kelasnya selalu dalam keadaan tertib. Ketua kelas bersama-sama dengan wali kelasnya dalam hal ini berfungsi sebagai pengurus dalam organisasi kelas itu.
Pimpinan dalam kelas biasanya ditunjuk atas dasar pemilihan / pemungutan suara. Seorang ketua kelas hendaknya mempunyai sifat kepemimpinan yang baik sebagai seorang pemimpin yang diidam-didamkan. 
Dia harus pandai bergaul/ luwes dengan anggota dalam kelas itu. Berkat sifat-sifat kepemimpinan yang ada pada dirinya dan kepribadiannya yang patut ditiru dia dapat bertindak sedemikian rupa, sehingga anggota dalam kelas itu mudah dan suka menurutinya.
Demi ketertiban kelas seorang ketua kelas yang cakap, bijaksana memperingati. Anggota yang berbuat salah dengan cara yang halus dan tegas. Suatu organisasi kelas akan memperoleh seorang ketua kelas cakap dan berhasil menjalankan fungsinya jika ia bekerjasama dengan anggota kelas itu dengan baik. Meskipun cakap tapi jika anggota dari kelas itu  tidak memberikan kesempatan /  bantuan kepadanya, serta tidak memberikan kepercayaan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya maka iapun akan gagal pula.
Menjadi ketua kelas hendaknya selalu mengetahui serta mengikuti semua kegiatan dan kepentingan kelasnya, selain itu ketua kelas mewakili organissinya keluar, yang dalam persoalan ini ia harus bertindak dengan hati-hati dan bijaksana untuk menjaga baik kelasnya.                                  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar